© 2020 Hackensackmeridianhealth.org/
Gejala kanker hati bisa aja kemudian muncul saat sudah stadium lanjut dengan menunjukkan adanya penurunan berat badan, sakit kuning, sakit peru, hingga muntah.
Sesuai dengan namanya, kanker hati adalah kanker yang dimulai di sel-sel hati. Hati adalah organ kelenjar terbesar di tubuh dan melakukan berbagai fungsi penting untuk menjaga tubuh bebas dari racun dan zat berbahaya.
Penyebab terjadinya kanker hati ini masih belum jelas diketahui. Kadang bsia ermula dari infeksi hepatitis yang kronis. Namun juga bsia muncul pada orang yang tidak memiliki penyakit yang mendasarinya, dan juga masih belum jelas penyebabnya.
Terkadang penyebab kanker hati diketahui, seperti dengan infeksi hepatitis kronis. Tetapi kadang-kadang kanker hati terjadi pada orang tanpa penyakit yang mendasarinya dan tidak jelas apa penyebabnya.
Kayak kanker jenis lainnya, gejala kanker hati di awsal seringkali nggak menampakkan diri. Akibatnya, kanker ini cenderung baru didiagnosis saat stadium sudah lebih lanjut.
Terlebih hingga saat ini masih belum ada tes skrining untuk deteksi kanker ini, maka bagi mereka yang punya risiko atau memiliki angggota keluarga dnegan riwayat kanker harus rutin memeriksakan diri ke dokter.
Sebenarnya kehilangan berat badan secara signifikan ini bukan hanya gejala kanker hati, namun merupakan tanda dari kanker secara umum.
Ketika sel-sel kanker menyerang sel yang sehat, maka tubuh merespon dengan menurunkan berat nadan. Banyak orang yang secara nggak mereka sangka bisa kehilagan berat badan sampai 5 kilogram atau lebih sebelum kanker terdiagnosa. Bahkan, ini bisa menjadi tanda awal dari kanker.
Ini merupakan gejala kanker perut yang paling awal. Lokasi benjolan berada pada area bawah tulang rusuk bagian sisi kanan.
Kadang nggak bikin sakit kok, meski seringnya bikin rasa nggak nyaman. Namun hati-hati saat rasa sakit mulai terlihat di perut kiri atas, karena itu berarti gejal kanker hati telah membuat limpa jadi bengkak.
Hati yang bengkak akan menekan jaringan dan saraf di sekitarnya. Maka kamudian, muncullah gejala kanker hati berupa nyeri di lokasi tersebut.
Rasa sakitnya bakalan terasa saat menarik napas dalam. Ini karena tekanan di bawah tulang rusuk bagian kanan akan semakin besar.
Bukan cuman keringat yang ringat atau ngerasa gerah, melainkan keringat yang bikin orang jadi basah kuyup. Ini merupkaan gejala awal kanker hati, juga leukimia hingga limfoma. Meski begitu, hal ini juga bisa jadi karena penyakit lainnya.
Sebenarnya ini adalah gejala umum yang dialami oleh penderita kanker. Apa bedanya dengan kelelahan biasa?
Untuk gejala kanker hati, kelelahan biasanya menetap selama 6 sampai 12 bulan. Beda dengan lelah biasa yang bkalan hilang dengan beristirahat secukupnya.
Sakit bahu mungkin berkaitan dengan masalah tulang belikat, namun juga bisa menjadi gejala kanker hati. Ini terjadi karena pembengkakakn yang mengenai saraf lalu menyebar ke area pundak.
Gejala kanker hati di awal bisa dengan keberadaan benjolan atau pembengkakan di area bawah tulang rusuk bagian sisi kanan.
Yaitu adanya perubhana wana kulit, bagian putih mata dan juga kuku menjad iberwarna kuning. Ini disebut dengan penyakit kuning dan bisa menjadi gejala kanker hati.
Mengapa ini bisa terjadi? Karena adanya penumpukan garam di empedu akibat hati yang nggak berfungsi dengan baik.
Penyakit kuning pada gejala kanker hati ini sekilas mirip keberadaannnya dengan kanker empedu. Bedanya, penyakit kuning pada kanker empedu muncul terlebih dahulu.
Banyak gejala kanker hati yang mirip dengan infeksi hati atau penyait lainnya. Namun dalam kasus kanker hati ini, gejalanya bakalan bertambah buruk seiring dengan pertumbuhan kanker. Maka, penting untuk segera bertemu dokter untuk diagnosis yang akurat.
Demam adalah respons tubuh terhadap infeksi atau penyakit. Maka, demam juga bsia muncul sebagai gejala kanker hati. Ini biasanya merupakan pertanda bahwa kanker telah menyebar atau sedang dalam stadium lanjut.
Gejala kanker hati bisa yang baru muncul saat stadium lanjut bsia menyebbakn terlambatnya penanganan. Selain itu, ditambah juga tidak ada pemeriksaan yang bisa mendeteksi secara dini kondisi hati.