©shutterstock.com/Tolikoff Photography
Penyakit keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina. Hal ini bisa jadi normal atau engga, tergantung pada berbagai kondisinya.
Sebagian besar penyakit keputihan yang menimpa perempuan, adalah keputihan yang normal. Jumlahnya bisa bervariasi, juga bau dan warnanya yang berkisar dari jernih sampai putih susu.
Misalnya nih, kalau keputihan berwarna bening hingga putih trus jernih dan berair, maka ini merupakan kondisi yang normal.
Sebenernya sih, penyakit keputihan ini punya fungsi yang penting dalam sistem reproduksi wanita. Cairan yang dibuat oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim akan membawa sel-sel mati dan bakteri. Proses inilah yang pada akhirnya menjaga vagina tetap bersih dan membantu mencegah infeksi.
Ini merupakan kondisi normal yang terjadi dalam beberapa bulan hingga satu tahun setelah menstruasi anak perempuan remaja. Tapi, kadang juga bisa menimpa anak perempuan yang baru lahir dan berlangsung selama satu sampai dua bulan.
Tapi balik lagi, normal atau engga?
Penyakit keputihan yang berwarna, bau, punya konsistensi yang berbeda ketimbang biasanya, atau mungkin rasa gatal-gatal dan terbakar pada vagina, nah mungkin wanita tersebut menghadapi infeksi atau kondisi lain.
Penyakit keputihan yang terjadi pada wanita hamil juga normal kok.
Nih, berikut kondisi penyakit keputihan serta apasih arti dari kondisi tersebut, dilansir dari healthline.com
Ini merupakan kondisi yang normal, terutama kalau terjadi selama atau tepat setelah menstruasi. Kalau penyakit keputihan ini muncul selama periode normal haid dan wanita tersebut baru aja berhubunbgan tanpa pengaman, nah, mungkn ini merupakan pertanda kehamilan.
Meski begitu, dalam kasus yang jarang banget terjadi, ini juga bsia menjadi pertanda kanker endometrium atau kanker serviks.
Penyakit keputihan dengan penampakan warna kuning atau jijau, terutama kental, tebal, disertai dnegan bau yabg nggak enak, merupakan kondisi yang nggak normal. Ini merupakan keputihan yang mungkin sebagai tanda infeksi infeksi trikomoniasis, sebuah penyakit menular seksual yang menyebar melalui hubungan seksual.
Kalau penyakit keputihan yang diderita ternyata cukup parah dan butuh bantuan dokter, maka kamu bisa mendatangi dokter spesialis kandungan. Mereka biasanya selalu ada di setiap rumah sakit besar kok.
Biasanya, dokter bakalan memulai dengan nanyain riwayat kesehatan dan gejala yang muncul. Pertanyaannya meliputi:
Selanjutnya, dokter bakalan mengambil sampel cairan atau melakukan tes pap smear untuk mengumpulkan sel-sel dari leher rahim guna pemeriksaan lebih lanjut.
Dilansir dari WebMD, setiap perubahan dalam keseimbangan vagina dari bakteri normal dapat memoengaruhi warna, bau, serta tekstur cairan. Ada beberapa hal yang menjadi pengganggu keseimbangan tersebut, diantaranya
Umumnya, penyakit keputihan yang muncul akibat infeksi bisa diobati dengan penggunaan antibiotik. Biasanya, cuman dibutuhkan satu dosis antibiotik lewat mulut kok. Pilihan lain yang mungkin yaitu dengan pemberian antibiotik dalam bentuk krim atau gel vagina.
Kalau penyakit keputihan tersbeut disebabkan karena infeksi jamur berulang, maka disarankan untuk menggunakan krim antijamur.
Karena mencegah lebih baik ketimbang mengobati, ini lho tips mencegah penyakit keputihan yang bisa kamu lakukan di rumah.
Penyakit keputihan yang mungkin awalnya sering kita anggap biasa, ternyata bisa jadi pertanda masalah yang serius. Yang terpenting, segera kenali tanda abnormalnya ya!