© 2020 Shutterstock.com/neotemlpars
Melansir Mayo Clinic, ejakulasi dini terjadi saat seorang pria berejakulasi lebih cepat selama berhubungan seksual ketimbang yang dia atau pasangannya inginkan. Nggak peru risau, karena masalah ini sebenarnya adalah keluhan seksual yang umum. Kemungkinan 1 dari 3 pria mengalami masalah ini dalam suatu waktu.
Sebenarnya nggak ada ukuran waktu yang pasti kapan pria harus berejakulasi saat berhubungan seks. Tapi kayaknya bisa disebut sebagai ejakulais dini saat pria mengalami orgasme sebelum berhubungan intim atau kurang dari satu menit setelah penetrasi.
Ini jadi suatu masalah karena setelah ejakulasi, pria kehilangan ereksi dan nggak bisa berhubungan seksual.
Sayangnya penyebab ejakulasi dini masih belum diketahui secara pasti. Tapi struktur kimiawi di dalam otak bisa deh dikit-dikit disalahkan. Pria yang punya kadar serotonin kimia di dalam otak cenderung mengalami ejakulasi dini.
Dulunya penyebab ejakulasi dini dianggap karena faktor spikologis saja. Namun sekarang dokter tahu kalau ejakulasi dini melibatkan interaksi kompleks faktor psikologis dan biologis.
Faktor psikologis yang kemungkinan berperan sebagai penyebab ejakulasi dini termasuk:
Faktor lain yang kemungkinan jadi penyebab ejakulasi dini diantranya:
Pria yang ngerasa cemas dengan kondisi ereksinya selama berhubungan intim akan membentuk pola di mana dia bakalan segera ejakulasi
Banyak pria yang mengalami ejakulasi dini punya masalah dengan kecemasan, baik tentang hubungan seksual atau karena masalah lainnya
Kalau ejakulasi dini baru terjadi pada pasangan yang saat ini, sementara pria tersebut punya kehidupan seksual yang memuaskan dnegan pasanagn sebelunya, bisa saja penyebabnya adalah adanya masalah interpersonal antar pasangan.
Selain itu juga ada beberapa faktor atau penyebab ejakulasi dini dari sisi biologis, antara lain:
Terdengar tak biasa, tapi ternyata ada juga lho wanita yang mengalami ejakulasi dini. Sama halnya dengan pria, meski ini hanya terjaid pada sebagian kecil wanita saja.
Sebuah survei yang dilakukan di Portugis membuktikan kalau perempuan kadang mengalami ejakulasi lebih cepat ketimbang waktu yang mereka harpakn. Bahkan pada sekitar 3 persen wanita, masalah ini adalah kronis. Sebagian dari mereka merasakan rasa nggak nyaman ini sebagaimana yang dirasakan oleh laki-laki.
Sementara ejakulasi dini pada wanita bisa menyusahkan, masalah yang lebih luas lagi justru datang dari wanita yang nggak mengalami orgasme, dan ini adalah keluhan yang paling umum pada wanita.
Ejakulasi dini pada wanita belum mendapatkan perhatian yang sama dengan ejakulasi dini pada laki-laki, sehingga rujukan klinis masih jarang banget ditemukan. Masih nggak diketahui apa sih penyebab ejakulasi dini pada wanita ini.
Kayak yang udah Diadona jelaskan tadi bahwa penyebab ejakulasi dini terdiri dari dua faktor, yankni psikologis dan efek biologis. Untuk mengatasinya nggak ada salahnya kok dengan berkonsultasi pada orang-orang yang ahli di bdiang tersebut. Bila ejakulasi dini sudah mengganggu kehidupanmu, nggak ada jalan lain kecuali mencari pertolongan, kan?
Untuk sebagian orang, berbicara dengan dokter bisa sebagai cara mengatasi ejakulasi dini ini. Dengan ngobrol merek bisa tahu nih kalau masalah ejakulasi adalah sesuatu yang normal dan waktu rata-rata dari sejak hubungan seksual hingga ejakulasi adalah sekitar lima menit.
Yakni menggunakan latihan ketahanan demi menunda ejakulasi. Tujuannya adalah untuk membiasakan tubuh. Contohnya yakni:
Yaitu dengan membiarkan gairah seksual berkurang sebelum klimaks. Saat pria merasa akan ejakulasi, maka hentikan kegiatan seksual, dan minta pasangan untuk meremas ujung penis. Lakukan teknik ini selama beberapa detik sampai merasakan gairah mulai turun dan klimaks terasa mundur. Ulangi teknik ini sebanyak yang diperlukan.
Teknik stop-start atau yang dikenal juga sebagai teknik kontrol orgasme, merupakan cara mencegah ejakulasi dini dengan menunda klimaks.
Saat mulai merasakan klimaks, cobalah untuk berhenti melakukan aktivitas seksual sepenuhnya. Nah, setelah merasa kurang terangsang, coba lakukan aktivitas seksual lagi.
Nggak ada obat yang disetujui untuk mengobati ejakulasi dini. Tapi ada beberapa obat atau krim semprotan mati rasa yang telah terbukti memperlambat ejakulasi pada pria.