© 2019 Https://www.diadona.id/@money
Sebelum menikah, kamu dan pasangan akan berjanji untuk terus bersama dalam kaya maupun miskin. Tapi siapa sih ingin miskin setelah menikah? Beberapa orang mungkin tetap dengan cara mereka sendiri mengatur keuangan, padahal, meski penghasil bertambah karena pasangan juga bekerja, pengeluaran pun juga akan meningkat.
Kalau nggak pintar mengatur duit, bisa-bisa kondisi keuangan kamu jadi berantakan. Efeknya bisa kepada hubungan antar kalian berdua. Biar nggak kejadian beneran, simak 5 tips mengatur duit untuk pasangan baru yang kami rangkumkan dari Moneycrashers.com (19/12).
Kamu seharusnya sudah melakukan ini sebelum kalian menikah. Kalau belum, jangan ragu untuk melakukan sesegera mungkin. Mengetahui kondisi keuangan pasangan juga perlu untuk mengatur keuangan kalian di masa datang, sekaligus mengantisipasi pola konsumsi yang mungkin akan jadi masalah di kemudian hari. Selain gaji, kamu juga seharusnya tahu jumlah hutang-hutangnya, kalau ada.
Setelah tahu status keuangan kalian berdua, selanjutnya komunikasikan tujuan keuangan jangka panjang. Misalnya, kalian harus melunasi kredit suatu barang sebelum satu waktu, atau harus punya dana darurat dengan jumlah tertentu. Mengingat ini menjadi tujuan keuangan keluarga, maka harus melibatkan kalian berdua.
Mungkin kalain bakalan berdebat tentang pengaturan akun bank : digabung, atau dipisah? Atau mungkin mengombinasikan antar keduanya. Menggabung rekening bank bisa menyederhanakan pencatatan keuangan sekaligus menumbuhkan kepercayaan antara kalian berdua.
Memisahkan akun rekening bank bisa memudahkan kamu kalau saja ingin membeli sesuatu yang tidak ingin diketahui pasangan. Ditambah, dengan tingkat perceraian yang tinggi dan disertai dengan kisruh harta bersama, nggak ada salahnya kamu juga punya rekening untuk melindungi dirimu sendiri. Apapun pilihan kalian, diskusikan hal ini panjang lebar dengan pasangan untuk memastikan kalian berdua nyaman dengan apa yang sudah diputuskan.
Prioritaskan dana darurat untuk keamanan keuangan kamu. Biasanya dana ini sejumlah 6 kali pengeluaran bulanan yang disisihkan untuk berjaga kalau misalnya ada kejadian tertentu, misalnya kehilangan pekerjaan, sakit, bencana alam, atau yang lainnya. Dana darurat ini juga berfungsi sebagai 'perpanjangan nyawa' kalau saja tiba-tiba kamu tidak punya penghasilan.
Hanya satu orang yang berhutang, tapi ketika kamu menikah maka akan ada dua orang yang bertanggung jawab membayar utang tersebut. Jadi, mulailah kehidupan pernikahan kamu tanpa hutang. Kalaupun sedah terlanjur, rencanakan cara keluar dari hutang secepatnya dan cara menghindarinya di masa depan.
Masalah keuangan memang harusnya sudah didiskusikan sebelum kalian memutuskan untuk menikah. Gimana kalau menurut kamu? Share pendapat di kolom komentar ya!