© Shutterstock.com/g/
Over protektif atau yang lebih dikenal dalam istilah bahasa Inggris sebagai 'overprotective', mengacu pada sikap atau perilaku seseorang yang terlalu melindungi atau mengontrol orang lain. Perilaku ini kerap ditemukan dalam hubungan keluarga, persahabatan, maupun percintaan.
Seseorang yang over protektif cenderung membatasi kebebasan atau kemandirian orang lain, biasanya karena kekhawatiran yang berlebihan akan munculnya bahaya atau risiko yang mungkin terjadi. Sikap over protektif seringkali berasal dari rasa cinta dan kepedulian yang mendalam, tetapi bisa memiliki konsekuensi negatif.
Perilaku over protektif bisa menyebabkan rasa frustasi, keengganan pada orang yang dilindungi, serta menghambat perkembangan kemandirian dan kepercayaan diri. Meski demikian, dalam beberapa kasus, sikap hati-hati dan pengawasan yang 'berlebihan' ini masih bisa dimaklumi, apalagi ketika ada ancaman nyata terhadap keselamatan atau kesejahteraan seseorang.
Perilaku protektif mengacu pada sikap atau tindakan seseorang yang bertujuan untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain dari bahaya, risiko, serta kerugian potensial. Perilaku protektif bisa termasuk tindakan fisik, emosional, maupun mental, yang dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan individu maupun kelompok.
Berikut adalah beberapa contoh perilaku protektif yang sering terjadi di sekitar kita.
Melakukan pengawasan atau pengawalan yang ketat terhadap situasi atau lingkungan tertentu untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau kejadian yang tidak diinginkan.
Memberikan peringatan atau penjelasan kepada orang lain tentang potensi bahaya atau risiko dalam suatu situasi, serta memberikan saran atau instruksi tentang cara menghindarinya.
Memiliki kebijakan atau tindakan untuk membatasi akses orang lain terhadap hal-hal yang dianggap berpotensi membahayakan mereka, seperti obat-obatan terlarang, senjata, atau tempat berbahaya.
Memberikan dukungan emosional kepada orang lain dalam menghadapi situasi sulit, seperti memberikan semangat, kepercayaan, atau dorongan untuk mengatasi kesulitan.
Menggunakan teknologi atau alat bantu lainnya untuk memantau atau melindungi keselamatan seseorang, seperti penggunaan alarm kebakaran, kamera pengawas, atau aplikasi keamanan.
Perilaku protektif yang berlebihan bisa terjadi dalam hubungan keluarga, persahabatan, maupun percintaan. Kamu pasti nggak asing dengan istilah pasangan protektif yang membuat pihak lainnya merasa terpenjara dalam hubungan.
Jika kamu salah satu orang yang memiliki pacar over protektif, berikut adalah cara mengatasinya.
Cobalah untuk berbicara jujur dan terbuka dengan pasangan mengenai sikap over protektif mereka padamu. Jelaskan bahwa kamu menghargai perhatiannya, tetapi juga butuh ruang dan kebebasan untuk tumbuh dan berkembang.
Diskusikan dan sepakati batasan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Jelaskan apa yang kamu anggap sebagai tindakan yang berlebihan dan tidak sehat dalam hubungan, serta bagaimana kamu berharap hubungan dapat menjadi lebih seimbang.
Libatkan pasangan dalam kegiatan atau keputusan yang mempengaruhi hubungan. Dengan cara ini, mereka mungkin merasa lebih aman dan percaya bahwa kamu memperhatikan perasaan mereka.
Tunjukkan pada pasangan bahwa kamu bisa dipercaya dan bertanggung jawab. Berikan bukti bahwa kamu menghargai kepercayaan mereka dengan bertindak dengan jujur dan bertanggung jawab dalam semua aspek hubungan.
Saling mendukung dalam hubungan sangat penting. Berikan dukungan emosional pada pasangan, dan juga mintalah dukungan dari mereka saat kamu membutuhkannya. Hal ini bisa membantu memperkuat hubungan dan membangun kepercayaan.
Jika masalahnya cukup serius dan sulit untuk diatasi sendiri, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari seorang konselor atau terapis. Terapis bisa membantu kalian mengatasi masalah ini dengan cara yang sehat dan produktif.
Perilaku protektif memang berasal dari rasa peduli dan tanggung jawab terhadap orang yang dilindungi, tapi jika sudah terasa berlebihan, maka bisa mengarah pada konsekuensi negatif.
Sebenarnya, penting banget untuk memahami batas-batas perilaku protektif agar nggak menghambat perkembangan atau kebahagiaan individu lainnya.
Begitu juga mengatasi pasangan yang over protektif, tentunya membutuhkan waktu, kesabaran, dan komitmen dari kedua belah pihak. Penting banget untuk tetap berkomunikasi secara terbuka dan bekerja sama untuk menemukan solusi yang memuaskan kedua belah pihak. Semangat~